Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rumus Dan Perhitungan Penghasilan Bersih (Net Income)

 

Rumus Dan Perhitungan Penghasilan Bersih (Net Income)
credit image:freepik.com

Rumus Dan Perhitungan Penghasilan Bersih (Net Income) - Penghasilan bersih (net income) adalah istilah penting dalam bisnis yang perlu Anda ketahui dengan bauk, jika Anda ingin mencapai kesuksesan yang diinginkan dalam bisnis. Hal ini akan memberi tahu Anda tentang berapa jumlah penghasilan Anda dan apakah keputusan yang telah Anda buat terbukti bermanfaat atau tidak.

Pengertian Penghasilan Bersih (Net Income)

Pendapatan bersih adalah pendapatan akhir dari operasional bisnis selama setahun bagi pemilik bisnis setelah dikurangi dengan semua biaya, depresiasi, pembayaran bunga dan pembayaran pajak langsung.

Bagaimana Cara Menghitung Penghasilan Bersih?

Perhitungan ini akan menentukan seberapa besar kesehatan sebenarnya dari sebuah perusahaan karena akan membiarkan pemegang saham dan investor untuk mengetahui secara langsung terkait dengan kondisi keuangan yang tepat dari entitas tersebut.

Jumlah besaran angka penghasilan bersih inilah yang akan membuat sebuah perusahaan layak atau tidak untuk mendapatkan pinjaman dari Bank atau investor.

Jika laba bersih  perusahaan sedang naik dan menunjukkan angka yang sehat, maka kredibilitasnya juga akan naik, dan  membuat perusahaan tersebut dapat dengan mudah untuk mengakses pinjaman atau hutang untuk pengembangan bisnisnya. Penghasilan bersih yang rendah, akan menjatuhkan nilai dan harga saham serta membuat perusahaan rentan di hadapan investornya.

Secara umum, penghasilan bersih biasanya dihitung setiap tahun dan terkait dengan tahun keuangan tertentu, misalnya, laba bersih tahun ini yang akan berakhir pada bulan Maret 2021.

Apa Yang Di Maksud Dengan Penghasilan Bersih?

Untuk memahami penghasilan bersih (net income), kita harus mengetahui terlebih dahulu terkait dengan jumlah pendapatan suatu perusahaan. Aspek terpenting dari setiap organisasi bisnis adalah pendapatan yang berarti adalah total nilai penjualan produk atau jasa.

Total nilai penjualan ini juga disebut sebagai baris teratas karena ini adalah baris pertama yang tertulis pada laporan laba rugi dalam laporan keuangan perusahaan.

Sedangkan penghasilan bersih (net income) disebut sebagai garis bawah karena merupakan baris terakhir yang tertulis pada laporan keuangan tersebut dan menandakan keuntungan sebenarnya yang dihasilkan organisasi setelah membayar semua biaya - biaya yang dikeluarkan perusahaan. 

Penghasilan bersih atau pendapatan total adalah jumlah seluruh pendapatan setelah dikurangi dengan total biaya (pengeluaran).

Apakah Penghasilan Bersih Itu?

Penghasilan bersih dikenal dengan beberapa nama seperti bottom line, laba bersih, atau pendapatan bersih. Ini disebut sebagai laba bersih yang tersisa setelah dikurangi dengan semua biaya.

Pengusaha harus mengetahui tentang laba bersih bisnis mereka karena akan terbukti signifikan dalam membayar dividen dan dalam menentukan jumlah yang dapat diinvestasikan kembali atau disimpan sebagai uang tunai.

Pendapatan bersih dapat membantu dalam memformat nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan, dan investor akan melihatnya untuk mengetahui apakah investasi mereka berada di tangan yang aman atau tidak.

Cara Menghitung Penghasilan Bersih (Net Income)

Apakah Anda sedang mencari cara untuk menghitung penghasilan bersih atau laba bersih? Ini adalah proses sederhana yang mudah dipahami dan diikuti. Anda hanya perlu mengambil langkah satu per satu seperti yang dijelaskan dalam persamaan dan mencapai tujuan Anda tersebut dengan sukses.

Rumus Pendapatan Bersih adalah sebagai berikut:

Total Penghasilan - Total Biaya = Pendapatan Bersih

Dalam rumus di atas, mencari penghasilan total adalah hal yang sangat penting. Setelah itu di ketahui, baru kemudian kita perlu menghitung jumlah total pengeluaran kita.

Untuk menghitung jumlah penghasilan, maka kita harus memperhitungkan semua penerimaan dan pembayaran yang telah diterima oleh perusahaan. Semua dana yang mengalir ke perusahaan itulah yang disebut sebagai penghasilan (pendapatan).

Semua dana yang mengalir keluar adalah pengeluarannya yang dapat dikategorikan dalam banyak hal. Jadi, jika Anda mengurangi biaya  tersebut dari penghasilan Anda, maka itu artinya Anda telah memiliki nilai penghasilan bersih di tangan.

Jika Anda tidak bisa menghitung berapa jumlah penghasilan bersih dengan penghasilan perusahaan, maka Anda juga bisa menggunakan metode penghasilan kotor (Gross Income). 

Dalam rumus penghasilan kotor, Anda membutuhkan nilai total penghasilan dan biaya operasional yang di keluarkan.

Cara Perhitungan Penghasilan Kotor (Gross Income)

Penghasilan kotor adalah pendapatan perusahaan yang tetap bersamanya setelah membayar biaya produksi. Untuk menghitung berapa nilai penghasilan kotor, kurangi harga pokok penjualan atau HPP dari angka pendapatan tersebut.

Beberapa komponen yang termasuk dalam HPP (Harga Pokok Penjualan) antara lain:

  • Biaya bahan baku 
  • Biaya persediaan 
  • Biaya tenaga kerja dari para tenaga kerja yang terlibat langsung dengan proses pembuatan
  • Biaya pengiriman 
  • Biaya pengemasan
  • Mesin dan peralatan yang digunakan dalam produk manufaktur

Rumus MenghitungPenghasilan Kotor adalah sebagai berikut:

Penghasilan Kotor = Total Penghasilan - HPP (Harga Pokok Penjualan)

Pendapatan Operasional

Langkah selanjutnya adalah mencari jumlah penghasilan operasional. Untuk menemukannya, Anda perlu mengetahui semua biaya operasional dan menguranginya dari penghasilan kotor. 

Ini termasuk biaya yang dikeluarkan saat menjalankan bisnis secara teratur, antara lain:

  • Biaya overhead 
  • Biaya operasi 
  • Biaya administrasi
  • Pengeluaran terkait dengan penjualan
  • Penyusutan aset
  • Amortisasi aset

Rumus Menghitung Penghasilan Operasional Adalah Sebagai Berikut:

Penghasilan Operasional = Penghasilan Kotor - Biaya Operasi

Penghasilan bersih adalah penghasilan aktual yang tersisa setelah Anda telah memperhitungkan semua penghasilan tambahan dan semua biaya terkait lainnya. 

Penghasilan ini termasuk, antara lain:

  • Investasi
  • Pendapatan dari investasi sekunder

Pengeluaran termasuk, antara lain:

  • Hutang
  • Pajak
  • Pembayaran satu kali
  • Premi perawatan kesehatan
  • Pengeluaran terkait lainnya

Setelah melakukan semua perhitungan di atas, Anda memiliki nilai atau penghasilan operasional di tangan, dan Anda memiliki semua nilai pengeluaran di tangan. 

Jadi, dengan nilai-nilai tersebut, rumus untuk penghasilan bersih adalah sebagai berikut:

Penghasilan Bersih = (Penghasilan Operasional + Penghasilan Tambahan) -Pengeluaran Lain

Contoh Perhitungan

Berikut ini saya akan menjelaskan proses ini dengan bantuan contoh sederhana. Saya akan menggunakan metode penghasilan kotor untuk menghitung penghasilan bersih.

Sebuah perusahaan telah membukukan angka pendapatannya pada Rp. 10.000.000.000 bersama dengan HPP pada Rp. 3.000.000.000 dan biaya operasional pada Rp. 1.000.000.000

Pengeluaran lain yang berhubungan dengan pajak, bunga, dan hutang berjumlah Rp. 2.000.000.000 Untuk mencari penghasilan bersih, pertama-tama kita perlu mengetahui penghasilan kotor perusahaan itu.

Rumus penghasilan kotor akan menjadi berkah dan membuat perhitungan menjadi lebih mudah.

Di sini pendapatan Rp. 10.000.000.000, dan HPP adalah Rp. 3.000.000.000 maka penghasilan kotor adalah:

Penghasilan Kotor = Rp. 10.000.000.000 - Rp. 3.000.000.000

Penghasilan Kotor = Rp. 7.000.000.000

Langkah selanjutnya adalah mencari penghasilan operasional. Seperti yang kita ketahui rumus penghasilan operasional adalah:

Penghasilan Operasional  = Penghasilan Kotor - Pengeluaran

Penghasilan kotor sekarang Rp. 7.000.000.000, dan biaya operasional dibukukan pada Rp. 1.000.000.000, maka penghasilan operasinalnya adalah:

Penghasilan Operasional = Rp. 7.000.000.000 - Rp. 1.000.000.000

Penghasilan Operasional = Rp. 6.000.000.000

Tahap selanjutnya dan terakhir adalah mencari penghasilan bersih (net income). Seperti yang kita ketahui, rumusnya adalah:

Penghasilan Bersih = (Penghasilan Operasional + Penghasilan Tambahan) - Pengeluaran

Pendapatan operasional adalah Rp. 6.000.000.000 dan biaya lain yang berkaitan dengan pajak, bunga, dan hutang dibukukan pada Rp. 2.000.000.000. 

Tidak ada pendapatan tambahan yang ditunjukkan pada laporan tersebut sehingga laba bersihnya adalah sebagai berikut:

Penghasilan Bersih = Rp. 6.000.000.000 - Rp. 2.000.000.000

Penghasilan Bersih = Rp. 4.000.000.000

Pada akhirnya Anda sampai pada angka penghasilan bersih perusahaan Anda. Ingat ini adalah proses bertahap dan Anda harus mengikuti semua langkah dalam urutan yang ditentukan.

Apa Arti Pendapatan Bersih Negatif?

Rumus Dan Perhitungan Penghasilan Bersih (Net Income)
credit image:freepik.com

Ketika sebuah perusahaan membuat laporan pendapatan bersihnya sangat rendah atau menunjukkan kurang dari, itu berarti biaya telah melebihi angka penghasilannya. 

Ada beberapa alasan untuk pebghasilan bersih negatif, antara lain:

  • Penurunan angka penjualan
  • Basis pelanggan kecil
  • Kebijakan manajemen yang tidak memadai
  • Biaya overhead berlebih

Anda harus melacak penghasilan (pendapatan) dan pengeluaran Anda sepanjang tahun. Jangan menunggu hingga menit terakhir untuk mengetahui angka sebenarnya. Ini akan memberi Anda waktu untuk membuat perubahan yang diperlukan jika penghasilan bersih Anda mulai turun.

Lebih baik cermati setiap aspek dengan baik dan alih-alih permainan menyalahkan, ambil langkah positif agar perusahaan bisa menunjukkan penghasilan bersih yang sehat di akhir tahun.

Apakah penghasilan bersih yang tinggi berarti arus kas yang tinggi?

Ini dianggap sebagai metrik akuntansi dan bukan cerminan dari laba ekonomi. Ini mencakup penghasilan dan pengeluaran tunai serta non-tunai. Penghasilan bersih bukan hanya mengukur kas tetapi pendapatan dan biaya yang dapat berwujud dan tidak berwujud.

Amortisasi, depresiasi, nilai merek adalah contohnya. Oleh karena itu, meskipun penghasilan bersih (net income) Anda menunjukkan angka yang tinggi, bukan berarti perusahaan memiliki arus kas yang tinggi.

Membandingkan Pendapatan Antar Perusahaan

Setiap perusahaan dan industri terkaitnya berbeda. Meskipun dasar penghitungan penghasilan bersih sama, angkanya sangat bervariasi dari satu industri ke industri lain dan dari satu perusahaan ke perusahaan lain karena satu perusahaan multinasional mungkin terkait dengan industri skala kecil atau perusahaan kecil lainnya mungkin terkait dengan sektor otomotif.

Jika Anda mulai membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lain, maka Anda tidak akan bisa mendapatkan gambaran yang benar dan jelas.

Rumus Penghasilan Bersih Untuk Bisnis

Ingatlah bahwa sangat penting untuk mengungkapkan pendapatan bersih Anda karena alasan berikut ini:

  • Ini adalah angka penting untuk entitas bisnis karena detailnya selama beberapa waktu seperti angka tahunan, bulanan, dan kuartalan dipublikasikan dalam laporan laba rugi perusahaan.
  • Penghasilan bersih (net income) digunakan untuk menganalisis keberhasilan usaha bisnis.
  • Tanpa penghasilan bersih, Anda tidak dapat memperoleh margin penghasilan bersih perusahaan Anda.
  • Penghasilan bersih diperlukan untuk menghitung pajak penghasilan. Jumlah pajak yang dibayarkan entitas bisnis tidak dapat dimulai tanpa penghasilan bersih.

Kesimpulan

Penghasilan bersih adalah metrik yang mengukur profitabilitas suatu perusahaan. Secara sederhana, ini adalah total penghasilan dikurangi total biaya, termasuk aset dan kewajiban berwujud dan tidak berwujud.

Seorang pengusaha tertarik dengan penghasilan bersihnya karena itu akan menunjukkan kepadanya posisi keuangan perusahaannya dan memberi tahu dia tentang penghasilan sebenarnya yang tersisa setelah membayar semua biaya.

Seorang investor tertarik dengan penghasilan bersih karena itu akan membantunya untuk mendapatkan pengetahuan tentang nilai sebenarnya dari entitas itu, dan dia dapat menentukan apakah akan berinvestasi di dalamnya atau tidak.

Demikianlah uraian artikel tentang Rumus Dan Perhitungan Penghasilan Bersih (Net Income). Semoga artikel ini bermanfaat dan berguna untuk Anda. 


Post a Comment for "Rumus Dan Perhitungan Penghasilan Bersih (Net Income)"