Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

8 Langkah Proses Riset Pemasaran

 

8 Langkah Proses Riset Pemasaran
image via freepik

8 Langkah Proses Riset PemasaranDalam dunia bisnis yang sangat kompetitif sekarang ini, sebagian besar perusahaan mengakui bahwa pemasaran yang ditargetkan adalah salah satu kuncinya. Produk Anda harus dipasarkan ke pelanggan yang dikenal. 

Di sisi lain, seorang pakar pemasaran yaitu Seth Godin menyarankan bahwa proses riset pasar harus dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan Anda produk yang diinginkan oleh pelanggan, dan bukan produk yang Anda harus meyakinkan pelanggan untuk membelinya. Artinya ketika Anda menginginkan sebuah produk yang dapat terjual secara otomatis, maka Anda perlu memiliki proses riset pemasaran yang hebat.

Seth Godin sendiri adalah seorang Penulis, Pengusaha dan juga seorang pengajar. Selain itu Seth Godin adalah seorang pembicara di berbagai macam seminar tentang pemasaran internasional. Buku terbarunya yang berjudul "This is Marketing", merupakan salah satu buku terlaris di seluruh dunia.

Banyak pemasar yang salah dalam memahami terkait dengan kunci riset pasar ini. Mereka menganggap bahwa bahwa kunci riset pasar adalah mengetahui tujuan riset pasar. Namun, ini adalah sebuah pendekatan yang salah, karena itu Anda harus memahami bahwa setiap langkah dalam proses riset pasar itu sangat penting dan masing-masing harus dilakukan dengan cara yang benar untuk mendapatkan hasil yang tepat. 

Penggunaan metode riset pasar yang tepat adalah alasan utama mengapa perusahaan riset internasional seperti IMRB dan AC nielsen paling diminati di kalangan pelaku bisnis. Jika mereka mengikuti proses riset pemasaran yang benar, maka dapat dipastikan bahwa mereka akan memberikan hasil yang benar. Ini adalah konsep utama di balik metode dalam merancang proses riset pemasaran.

Proses Riset Pemasaran

Pada artikel ini saya akan menjelaskan kepada Anda, langkah demi langkah proses riset pemasaran yang jumlahnya ada 8 langkah. Silahkan Anda baca artikel ini hingga selesai sehingga akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.

8 Langkah Proses Riset Pemasaran, antara lain:

  • Kosongkan Tujuan Riset Anda
  • Tentukan Pendekatan Riset Anda
  • Membuat Keputusan Tentang Instrumen Riset Anda
  • Membuat Rencana Pengambilan Sampel
  • Kumpulkan Semua Informasi
  • Menganalisis Informasi
  • Mempresentasikan Temuan
  • Pengambilan Keputusan

Berikut ini adalah penjelasan terkait dengan 8 langkah riset pemasaran tersebut diatas.

1. Kosongkan Tujuan Riset Anda

Salah satu langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam melakukan riset pemasaran adalah menjelaskan pertanyaan MENGAPA Anda melakukan riset pasar? Anda mungkin akan memperkenalkan sebuah produk baru atau Anda mungkin ingin meningkatkan popularitas merek Anda. 

Dalam kasus mana pun, tujuan penelitian yang akan Anda lakukan harus jelas. Contohnya, jika Anda ingin mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan omset penjualan, maka tujuan penelitian Anda bukanlah untuk memperkenalkan sebuah produk baru. Sebaliknya, Anda akan lebih baik melakukan riset tentang bagaimana meningkatkan lini produk dan kapasitas produksi Anda.

2. Tentukan Pendekatan Riset Anda

Sekarang, setelah tujuan riset Anda ditentukan, maka Anda memiliki cara yang berbeda untuk melakukan pendekatan riset Anda. Jenis pendekatan riset yang berbeda digunakan untuk masalah yang berbeda. 

Jika masalah Anda adalah inginn memahami perilaku konsumen, maka Anda dapat menggunakan riset observasi. Jika Anda mencari jawaban yang bersifat psikologis, maka Anda mungkin lebih baik melakukan riset tentang perilaku. Jika Anda mencoba sesuatu yang benar-benar baru, maka Anda dapat mencoba riset eksperimental. 

Secara keseluruhan, akan ada pendekatan berbeda untuk setiap masalah yang berbeda. Tidak ada gunanya melakukan riset eksperimental ketika masalahnya sangat jelas bukan itu dan Anda bisa mendapatkan jawabannya melalui riset observasi.

3. Membuat Keputusan Tentang Instrumen Riset Anda 

Instrumen riset (penelitian) yang paling umum dalam proses riset pemasaran adalah kuesioner pemasaran. Ini telah menjadi alat riset pemasaran utama terbaik dan paling akurat sejak beberapa dekade yang lalu. 

Ada banyak cara untuk merancang daftar kuesioner riset pemasaran. Namun, kuesioner harus dirancang sedemikian rupa sehingga jawaban dapat ditangkap dan dianalisis dengan mudah dan dapat memberikan gambaran yang benar kepada analis. 

Jika akhirnya, kuesioner tersebut salah atau tidak tepat, maka jawabannya mungkin juga akan salah atau bahkan bisa lebih buruk lagi, proses riset pemasaran yang lebih lengkap mungkin perlu untuk diulangi lagi. 

Selain instrumen riset kuantitatif, terdapat pula instrumen lain yaitu riset kualitatif. Ini bisa berupa asosiasi kata, teknik proyektif, dan visualisasi.

4. Membuat Rencana Pengambilan Sampel

Langkah keempat ini berbanding lurus dan sangat terkait dengan langkah ketiga sebelumnya. Bergantung pada instrumen riset pasar yang Anda gunakan, maka Anda perlu memutuskan rencana pengambilan sampel. 

Siapa yang akan menjadi target sampel Anda? Jika itu murni sebuah riset tentang medis, maka itu akan sangat tepat jika targetnya adalah dokter dan perawat. Namun, jika itu merupakan riset tentang bagaimana perasaan konsumen saat memasuki sebuah rumah sakit tertentu, maka sampelnya adalah pasien yang menunggu di lobby rumah sakit tersebut.

Jika riset tersebut adalah tentang rumah sakit mana di suatu daerah yang disukai oleh pelanggan, maka target sampelnya adalah populasi umum yang ada di daerah itu. 

Selanjutnya untuk tujuan riset (penelitian) ditentukan juga besaran sampelnya terlebih dahulu kemudian dilakukan analisis dari data ekstrapolasi. Menghubungi target adalah proses lain yang perlu diselesaikan dalam rencana pengambilan sampel tersebut.

5. Kumpulkan Semua Informasi

Setelah rencana pengambilan sampel dibuat, selanjutnya Anda perlu melaksanakan rencana dan mengumpulkan informasi dari target Anda. Salah satu tantangan dalam langkah ini adalah mendapatkan informasi yang benar dan akurat. 

Seringkali pelanggan dapat menyesatkan Anda atau mungkin saja eksekutif riset mengajukan pertanyaan yang salah yang akan memalsukan informasi yang diberikan oleh target. Dalam kasus seperti itu, proses analisis pun akan menjadi sulit. 

Langkahnya cukup sederhana menyatakan bahwa Anda perlu mengumpulkan banyak informasi sesuai rencana pengambilan sampel yang diputuskan. Ini adalah tahap di mana Anda bisa mengatur informasi seperti yang dibutuhkan oleh analis.

6. Menganalisis Informasi

Sebagian besar perusahaan riset pemasaran memiliki analis yang bertugas untuk menganalisis semua informasi yang diterima dari frontliner. Frontliner melakukan riset pasar yang sebenarnya melalui kuesioner dan instrumen riset. 

Data tersebut kemudian sampai kepada analis yang selanjutnya akan melakukan tabulasi, menggunakan teknik statistik dan mungkin juga merancang hipotesis untuk memahami validitas data serta untuk mengetahui jawaban atas masalah riset tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh banyak pakar pemasaran top dunia, setelah proses riset pemasaran selesai, satu-satunya hal yang membuat atau menghancurkan suatu merek adalah analisis kuesioner riset tersebut. 

Analis riset pemasaran mungkin harus mencari informasi dari data untuk produk yang tidak ada saat ini, tetapi informasi itu ada di benak konsumen. Produk dan inovasi semacam itu dapat dihidupkan melalui analisis data riset pemasaran dan pemikiran kreatif dari para analis.

7. Mempresentasikan Temuan

Para Analis mungkin memiliki banyak solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Presentasi temuan riset pemasaran perlu dilakukan dengan cara yang benar untuk menghubungkan titik-titik, dan dengan demikian dapat memecahkan masalah yang dihadapi olehperusahaan. Sebuah contoh, Perusahaan besar seperti Mckinsey tidak akan menganalisis hanya satu masalah riset pemasaran pada satu waktu.

Mereka mungkin diberikan sebuah pertanyaan tentang "Bagaimana cara meningkatkan ekuitas merek perusahaan saya". Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mereka harus banyak faktor riset kualitatif dan kuantitatif yang kemudian dapat memberikan jawaban akhir. 

Namun, tantangannya di sini adalah untuk mengkomunikasikan semua faktor ini kepada manajemen sehingga terjadi perubahan aktual dalam organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Oleh karena itu, dari sudut pandang riset pemasaran, penting agar hasil temuan tersebut disajikan (di presentasikan) dengan benar kepada Manajemen.

8. Pengambilan Keputusan

Setelah proses riset pemasaran selesai, dan analisis tersedia, maka selanjutnya adalah tanggung jawab Manajemen untuk menerapkan rencana pemasaran yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan. 

Dalam skenario seperti itu, sangat penting bahwa perusahaan memiliki berbagai rencana cadangan, jika rencana utama gagal. Pada saat yang sama, mereka perlu memiliki buffer dan rencana masa depan, jika rencana utama tersebut berhasil dengan sangat cepat. Dengan demikian, keputusan berdasarkan hasil riset pemasaran perlu mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya setiap saat untuk memastikan kelancaran pelaksanaan rencana selanjutnya.

Setelah proses riset pemasaran selesai, informasi yang dikumpulkan mungkin disimpan oleh perusahaan di sistem lain yang juga biasa dikenal sebagai sistem pendukung keputusan pemasaran. Sistem ini pada umumnya memiliki semua data yang dikumpulkan dari pasar dan dapat digunakan oleh pemasar dan manajemen untuk membuat keputusan yang tepat bagi perusahaan. 

Pada saat yang sama, proses riset pemasaran tidak perlu memberikan hasil yang sepenuhnya akurat. Faktanya, seiring berjalannya waktu banyak inovator dan pakar telah mengabaikan analisis riset pasar dan meluncurkan produk dengan firasat (perkiraan) dan ternyata masih bisa berhasil dan sukses.

Demikianlah uraian artikel tentang 8 Langkah Proses Riset Pemasaran. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda dan dapat memahami langkah - langkah proses riset pemasaran dengan lebih baik.

Post a Comment for "8 Langkah Proses Riset Pemasaran"