Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Istilah Ekonomi yang Umum di Masyarakat

Istilah Ekonomi

Istilah ekonomi sering sekali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari cara pemenuhan kebutuhan manusia yang tak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.

Setiap orang harusnya mengetahui tentang ilmu dan peristilahan dalam ekonomi untuk kehidupannya sehari-hari. Di televisi saat kita melihat berita seringkali terdapat istilah perekonomian yang dibicarakan oleh pembawa berita. Tentulah akan lebih baik jika kita mengetahui tentang istilah-istilah ekonomi itu sendiri.

Ilmu ekonomi semakin berkembang sejak adanya revolusi industri.  Munculnya berbagai usaha manusia di berbagai bidang juga memunculkan istilah-istilah ekonomi yang baru. Sebagian dari kita kadang tidak menyadari bahwa kita juga berperan penting dalam perekonomian, meskipun kita bukanlah pengusaha ataupun pedagang.

Sebagai manusia tentu kita sering membeli berbagai macam kebutuhan sehari-hari, saat itu kita disebut konsumen. Sebagai konsumen kita sebaiknya paham tentang barang-barang yang kita beli. Istilah lain dalam ekonomi yang menjadi bagian dari proses jual-beli juga sebaiknya dapat kita mengerti.

Memahami istilah ekonomi memang bukanlah hal yang sulit. Di jaman internet ini kita bisa mencari berbagai macam informasi dengan mudah dan cepat. Bidang ekonomi pun banyak sekali dibahas di internet.

Selain internet kita juga bisa mempelajari ekonomi dari berbagai buku yang telah ada. Sekolah atau universitas dengan jurusan ekonomi pun banyak bermunculan, peminat dari jurusan atau fakultas ekonomi juga tergolong salah satu yang paling besar.

Hal tersebut dikarenakan lulusan ekonomi memiliki banyak pilihan pekerjaan. Semua perusahaan pasti membutuhkan bidang “ekonomi” untuk mengatur kebutuhan dan sumber daya perusahaan.

Beberapa Istilah Ekonomi

Beberapa istilah ekonomi memang sudah cukup popular dan sering digunakan oleh masyarakat seperti untung, rugi, diskon, dan lain-lain. 

Ekonomi sebagai suatu ilmu sudah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan oleh masyarakat modern yang mempunyai berbagai kebutuhan. Masyarakat memang membutuhkan ilmu ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya. 

Berikut ini adalah beberapa istilah ekonomi yang akan kita bahas, diantaranya:

1. Modal

Modal merupakan salah satu faktor produksi. Apa itu faktor produksi? Faktor produksi merupakan berbagai sumber daya yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi suatu barang dan jasa. 

Faktor-faktor produksi selain modal ada juga yang lain yaitu tenaga kerja, sumber daya alam, dan kewirausahaan. Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa pemahaman tentang modal. 

Modal pada awalnya merujuk pada benda atau barang yang digunakan untuk memproduksi suatu barang. Dalam ilmu akuntansi, modal juga bisa berupa uang. 

Saat ini pengertian modal semakin luas ada beberapa jenis modal yang digunakan untuk memproduksi barang antara lain:

  • Modal keuangan, modal ini dapat berupa obligasi, likuiditas uang, dan kepemilikan surat-surat berharga. Modal ini merupakan dasar dari modal perusahaan.
  • Modal publik, modal publik merupakan modal yang telah disediakan oleh pemerintah. Modal yang dimaksud antara lain fasilitas umum seperti kereta api, bandara, pengairan, rumah sakit, polisi, dan lain-lain. Modal ini meskipun bukan sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan namun dapat membantu jalannya proses produksi.
  • Modal alam, modal yang dimaksud adalah ekologi yang dapat mendukung proses produksi, misalnya saja sungai yang menyediakan air.
  • Modal spiritual, modal ini merujuk pada pengaruh yang diberikan oleh seseorang atau oleh organisasi yang berupa kepercayaan agama, pengetahuan, dan pengalaman.

2. Inflasi dan Deflasi

inflasi-dan-deflasi

Tentu kita tidak asing lagi dengan dua kata tersebut di atas. Kata inflasi sering sekali kita dengar melalui televisi. Namun masih banyak yang belum mengetahui apa dan bagaimana inflasi itu.

Menurut Wikipedia, inflasi merupakan proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus. Peningkatan harga tersebut terjadi karena mekanisme pasar. Terkadang mekanisme pasar ini sulit dimengerti oleh orang awam.

Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya peredaran uang di masyarakat yang memicu konsumsi atau spekulasi, serta ketidaklancaran distribusi barang.

Terjadinya inflasi bisa disebabkan oleh dua faktor, pertama kelebihan uang dan yang kedua adalah kurangnya produksi baik barang maupun jasa. Peran negara yang menyebabkan terjadinya inflasi dari dua faktor tersebut.

Negara dengan tingkat inflasi yang tinggi tentu tak baik, dan berarti kebijakan negara terhadap bidang moneter tidak tepat. Mengukur tingkat inflasi dilakukan dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan indeks harga. 

Indeks harga tersebut antara lain indeks harga konsumen, indeks biaya hidup, indeks harga produsen, indeks harga komoditas, indeks harga barang-barang modal, dan deflator PDB.

Selain inflasi ada juga deflasi, Apa itu deflasi? Jika dilihat dari bahasanya maka kita bisa tahu kalau deflasi adalah kebalikan dari inflasi itu sendiri. Jika inflasi adalah peningkatan harga secara terus menerus maka deflasi adalah penurunan harga sehingga nilai uang bertambah.

Deflasi terjadi dikarenakan sedikitnya uang yang beredar. Untuk mengatasi deflasi biasanya dengan menurunkan tingkat suku bunga. Penyebab deflasi adalah perubahan kurva penawaran dan permintaan untuk barang dan jasa, dimana terjadi penurunan tingkat permintaan.

3. Subsidi

Istilah ekonomi selanjutnya adalah subsidi. Masyarakat tentu sangat familiar dengan kata ini. Subsidi merupakan bantuan pembayaran untuk bisnis atau sektor ekonomi. Subsidi biasanya diberikan oleh pemerintah.

Di Indonesia pemerintah telah lama memberikan subsidi untuk sektor BBM atau bahan bakar minyak. Subsidi BBM sebenarnya diberikan untuk masyarakat menengah ke bawah yang banyak menggunakan bahan bakar bensin. 

Namun, terkadang subsidi tersebut tidak tepat sasaran. Pencabutan subsidi akan mempengaruhi masyarakat, karena terlanjur memanjakan masyarakat.

Selain subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak), ada juga jenis subsidi lain seperti subsidi bahan makanan pokok. Subsidi bahan makanan pokok diperuntukkan untuk warga kurang mampu.

Subsidi yang dilakukan merupakan kewajiban pemerintah demi kesejahteraan rakyatnya di bidang ekonomi. Subsidi juga kadang diberikan untuk mendorong sektor ekspor produk. Subsidi yang dilakukan untuk melindungi perekonomian dalam negeri.

4. Ekspor dan Impor

Ekspor dan impor juga merupakan istilah ekonomi. Mungkin sebagian sudah paham dengan arti kata yang berasal dari bahasa Inggris tersebut. Ekspor adalah pengiriman produk dari dalam negeri ke luar negeri. Sebaliknya impor merupakan pengiriman produk dari luar negeri ke dalam negeri.

Kegiatan pengiriman barang ke luar negeri atau ekspor terdiri dari dua tipe yaitu ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Ekspor langsung merupakan cara menjual barang atau jasa ke luar negeri melalui jasa perantara yang bertempat di negara tujuan ekspor. 

Sedangkan ekspor tidak langsung adalah penjualan ke luar negeri melalui jasa perusahaan pengekspor barang yang ada di negara asal.

Masing-masing jenis ekspor tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan. Jika menggunakan jasa perusahaan pengekspor dari dalam tentu kita tidak perlu terlalu repot mengurusi berbagai macam hal, namun sistem distribusi barang tidak dapat kita kontrol dengan baik.

Jika ekspor memberikan pendapatan bagi negara, maka impor malah membuat negara mengeluarkan uangnya. Impor dilakukan oleh negara biasanya karena kebutuhan konsumen dalam negeri yang tidak bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri sendiri. Seperti kebutuhan akan gula atau beras.

Pemerintah telah menghitung dan memprediksi kebutuhan serta ketersediaan bahan-bahan tersebut di dalam negeri. Jika tidak mencukupi terpaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengimpor bahan-bahan tersebut. 

Ketersediaan bahan-bahan tersebut sebenarnya bisa dipenuhi jika kerjasama semua pihak dapat dilakukan secara optimal namun banyak faktor yang kadang membuat ketersediaan bahan-bahan tersebut kurang mencukupi kebutuhan masyarakat.

5. Saham

Saham, istilah ini juga lumayan populer di masyarakat walaupun tidak semua orang memilikinya. Saham merupakan satuan nilai yang berguna sebagai bukti bagian kepemilikan perusahaan. 

Perusahaan yang mengeluarkan saham bisa mendapatkan modal dari para pemegang saham yang membeli saham mereka. Pemilik saham juga akan mendapatkan imbalan uang jika perusahaan memperoleh laba.

Pemilik modal dapat membeli saham di bursa efek melalui jasa broker. Membeli saham juga perlu kejelian dalam melihat saham-saham mana yang nantinya dapat memberikan keuntungan.

Masyarakat umumnya memahami istilah ekonomi yang sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sedikit paparan di atas semoga dapat membantu kita dalam melakukan transaksi ekonomi.

Posting Komentar untuk " Mengenal Istilah Ekonomi yang Umum di Masyarakat"