Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Studi Kelayakan Usaha

image via freepik

Studi kelayakan usaha sering disebut juga sebagai analinis proyek bisnis. Studi kelayakan usaha ini pada dasarnya membahas tentang berbagai macam konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial dalam jangka panjang.

Mengutip dari halaman Investopedia.com Studi kelayakan usaha di sebut Feasibility study, yaitu "A feasibility study is an analysis that takes all of a project's relevant factors into account—including economic, technical, legal, and scheduling considerations—to ascertain the likelihood of completing the project successfully. Project managers use feasibility studies to discern the pros and cons of undertaking a project before they invest a lot of time and money into it."

Artinya dalam bahasa Indonesia adalah Studi kelayakan adalah analisis yang memperhitungkan semua faktor proyek yang relevan, termasuk pertimbangan ekonomi, teknis, hukum, dan penjadwalan, untuk memastikan kemungkinan menyelesaikan proyek dengan sukses. Manajer proyek menggunakan studi kelayakan untuk membedakan pro dan kontra dari melakukan proyek sebelum mereka menginvestasikan banyak waktu dan uang ke dalamnya.

Hasil studi kelayakan usaha dapat dijadikan sebagai acuan untuk: 
  • Merintis sebuah usaha baru, atau sebuah produk baru 
  • Mengembangkan usaha yang sudah ada, atau memperluas usaha
  • Memilih jenis usaha atau proyek yang paling menguntungkan 
Studi kelayakan usaha dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 

a. Tahap penemuan dan perumusan ide atau gagasan, yaitu mencari kemungkinan - kemungkinan bisnis atau produk usaha yang bisa diidentifikasi dan dirumuskan, misalnya membuat produk dari bahan lunak, bahan keras, pembenihan dan sebagainya. 

b. Tip dan trik pengelolaan usahanya 

c.  Asumsi dan anggaran biaya usaha, meliputi: 
  • Masa penyusutan perlengkapan dan peralatan usaha (depresiasi)
  • Belanja bahan baku dan pendukung
  • Jumlah pegawainya
  • Jumlah porsi yang tersedia di pasaran
  • Biaya investasi awal 
  • Biaya operasional per bulan 
  • Penerimaan dan pengeluaran biaya per bulan
  • Keuntungan atau laba per bulan
  • Payback period
Dalam penyusunan studi kelayakan usaha tidak ada pola yang baku atau sistematika yang tetap karena sangat bergantung dari jenis usaha itu sendiri. Artinya studi kelayakan usaha bisa dibuat secara singkat atau lebih teliti seperti sistematika yang tertulis di atas. 

Pada prinsipnya penyusunan studi kelayakan usaha hanya memuat 5 hal, yaitu:
 
1. Pasar yang akan dimasuki seperti apa, dan untuk itu Anda harus mengetahui produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan berapa banyak penawarannya.
 
2. Cara dan metodenya produksinya bagaimana, tentukan berapa banyak yang harus dihasilkan terkait dengan jumlah permintaan konsumen serta lokasi produksinya dimana.

3. Manajemen pengelolaan usahanya seperti apa, apakah akan dikelola sendiri (mandiri) atau bersama - sama dengan rekan - rekan Anda atau seperti apa. 

4. Bagaimana teknis dan cara pengelolaan keuangannya, penyusunan cash flow-nya, metode pencatatan transaksinya, bukti transaksi, dan penyusunan laporan keuangan usahanya.
 
5. Situasi dan kondisi ekonomi yang terjadi, baik yang terkait dengan usaha atau produk serta kondisi ekonomi masyarakat (konsumen) juga harus menjadi perhatian agar tidak menimbulkan efek yang merugikan. 

Menurut pendapat dari Allan Filley & Robert W. Priece (1991: 1-2), untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam wirausaha, ada beberapa analisis klasifikasi strategi yang harus dimiliki, di antaranya: 
  • Craft, firms are prepared by people who are technical specialist (Kerajinan, perusahaan disiapkan oleh orang-orang yang merupakan spesialis teknis)
  • Promotion, promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploid some kind of innovative advantages (Promosi, promosi biasanya didominasi oleh pemimpin mereka dan dirancang untuk meledakkan beberapa jenis keuntungan inovatif)
  • Administrative, administrative firm have formal management necessary business function (Administratif, perusahaan memiliki manajemen formal yang diperlukan untuk fungsi bisnis)
Perkembangan zaman modern yang semakin cepat memberikan efek yang dahsyat kepada masyarakat (konsumen) apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan memberikan kemudahan - kemudahan. tetapi kadang inovasi berasal dari ide yang sepele dan tidak terpikirkan sebelumnya.

Dalam dunia bisnis sekarang ini, tanpa adanya inovasi, baik produk - produknya maupun pelayanannya, akan mengakibatkan kegagalan dalam persaingan dengan kompetitior bisnis Anda. Inovasi merupakan proses pengubahan peluang menjadi gagasan atau ide yang dapat dijual. Inovasi tidak selalu ide yang rumit tapi sederhana atau satu jenis saja asal merupakan hal baru yang lebih baik dari yang sudah ada. 

Menurut Kuratko ada 4 jenis inovasi, yaitu: 
  • Invensi (penemuan)
  • Ekstensi (pengembangan)
  • Duplikasi (penggandaan) 
  • Sintesis (Formula baru)
Menurut pendapat dari Coleman dan Hamman, berpikir kreatif adalah cara berpikir yang menghasilkan metode baru, konsep baru, pengertian baru, perencanaan baru, dan seni baru. Untuk dapat berpikir kreatif diperlukan keberanian dan keyakinan pada diri sendiri. 

Orang berpikir kreatif karena adanya dorongan untuk berprestasi yang tinggi serta kesadaran akan pentingnya sesuatu yang baru. Karena kreativitas merupakan hasil dari proses berpikir kreatif yang dilakukan seseorang.

3 tahapan dalam bisnis meliputi:
  • Tahap formulasi tujuan, yaitu merumuskan visi dan misi ke depan yang harus di wujudkan dalam tindakannya. 
  • Tahap analisis, yaitu proses sistematis yang harus dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknik produksi, aspek manajemen, dan aspek finansial. 
  • Tahap keputusan, yaitu setelah di evaluasi, dipelajari, dan memperhatikan hasilnya maka wirausaha harus bisa memutuskan apakah usaha tersebut dapat dilaksanakan atau tidak.

Berikut ini adalah sistematika penyusunan studi kelayakan usaha secara sederhana, meliputi: 

1. Pengenalan produk yang akan pilih atau di produksi.

2. Bahan dan cara pembuatannya seperti apa. 

3. Cara penyajian atau kemasannya bagaimana.

4. Gambaran usaha yang sudah dipilih dengan melakukan penyusunan, seperti: 
  • Gambaran volume produk yang ada
  • Tempat usaha atau lokasi usahanya di mana
  • Perlengkapan usaha dan karyawannya 
  • Cara mempromosikannya seperti apa
  • Metode penetapan harga yang terjangkau oleh konsumen
  • Risiko yang akan terjadi dan pemecahannya

Kesimpulan:
Dalam memulai sebuah usaha hendaknya di awali dengan kegiatan studi kelayakan usaha agar nantinya kita bisa mengetahui prospek usaha kita kedepan. Studi kelayakan usaha juga akan menganalisa target pasar yang akan kita bidik sehingga konsumen yang menjadi target pasar produk dari usaha kita tepat sasaran.

Silahkan berkunjung ke blog saya untuk membaca artikel - artikel menarik tentang dunia bisnis dan marketing lainnya.

Post a Comment for "Studi Kelayakan Usaha"