Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Inflasi dan 12 Faktor Penyebab Inflasi

Pengertian Inflasi dan 12 Faktor Penyebab Inflasi

Ungkapan “inflasi” merupakan salah satu yang sering kita dengar. Inflasi dorongan biaya, inflasi yang ditekan, inflasi terbuka, inflasi sisi penawaran, inflasi tarikan permintaan, hiperinflasi, dan jenis inflasi lainnya ada.

Mungkin ada berbagai faktor untuk ekonomi yang berulang kali terjadi inflasi. Inflasi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan pengeluaran pemerintah, penimbunan, kenaikan harga di pasar internasional yang signifikan, pengurangan pajak, dan penimbunan. 

Sebagai hasil dari variabel-variabel ini, harga naik. Inflasi juga bisa disebabkan oleh meningkatnya permintaan. Postingan artikel kali ini akan membahas definisi inflasi dan apa penyebabnya secara mendalam.

Apa Definisi Inflasi?

Inflasi didefinisikan oleh sebagian besar penulis klasik sebagai skenario di mana ada terlalu banyak uang tetapi tidak cukup jasa dan barang. Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah metode untuk menghitung inflasi.

Hubungan antara PDB dan jumlah uang beredar seringkali tidak seimbang. Inflasi dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori besar, yaitu:

1. Inflasi terbuka terjadi ketika tingkat harga dalam perekonomian terus meningkat.

2. Inflasi yang ditekan terjadi ketika perekonomian mengalami inflasi secara keseluruhan tetapi tidak ada kenaikan harga barang dan jasa.

Inflasi terjadi ketika penawaran dan permintaan agregat untuk jasa dan barang tidak seimbang. Akibatnya, kapan saja permintaan agregat melebihi penawaran agregat, harga terus naik.

12 Faktor Penyebab Inflasi

pajak

Inflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Kita akan membahas beberapa di antaranya di sini, antara lain:

1. Akar penyebab

Kenaikan inflasi dalam perekonomian dapat dikaitkan dengan dua faktor utama. Ketika ada kelebihan permintaan, kelebihan stok, harga naik sebagai akibat dari permintaan yang lebih tinggi. Ketika biaya produksi tumbuh seiring dengan biaya faktor produksi, biaya produksi juga meningkat. Faktor lain untuk kenaikan harga dalam perekonomian adalah ini.

2. Peningkatan jumlah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah

Jumlah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk kepentingan umum seperti membangun jalan, menyediakan layanan pemerintah, dan sebagainya dikenal sebagai pengeluaran publik. Pertumbuhan pengeluaran pemerintah sering meningkatkan jumlah uang di tangan rakyat.

Kenaikan uang rakyat menyebabkan peningkatan permintaan. Inflasi terjadi ketika ada kelebihan permintaan atas penawaran. Ini sangat umum di negara-negara terbelakang yang membutuhkan banyak bantuan pemerintah.

3. Pengeluaran pemerintah dan pembiayaan defisit

Penerimaan pemerintah terkadang kurang dari pengeluarannya. Akibatnya, terjadi ketidakadilan dalam perekonomian. Untuk mengimbangi ketidakseimbangan ini, pemerintah sering mencetak lebih banyak uang, praktik yang disebut pembiayaan defisit.

Akibatnya, tingkat inflasi ekonomi meningkat. Ini sangat umum karena, ketika jumlah uang yang beredar meningkat, jumlah total komoditas yang dapat diakses dalam perekonomian tetap konstan.

4. Peningkatan kecepatan sirkulasi

Jumlah uang beredar pemerintah, serta jumlah uang yang beredar, menentukan berapa banyak uang yang digunakan dalam perekonomian.

Inflasi terjadi ketika orang-orang dalam perekonomian membelanjakan uang pada tingkat yang lebih cepat daripada yang mereka peroleh. Ini meningkatkan kecepatan peredaran uang dalam perekonomian.

5. Penimbunan kompulsif

Penimbunan uang juga bisa menjadi faktor inflasi. Orang, terutama tenaga penjual, memiliki kecenderungan untuk menimbun komoditas yang tersedia daripada menjualnya. Akibat penimbunan, terjadi kelangkaan pasokan, yang mendorong naiknya harga pasar komoditas.

6. Kelangkaan

Mungkin ada pengurangan output. Jumlah barang dalam perekonomian dapat berkurang. Terlepas dari kenyataan bahwa permintaan tetap konstan, jika tidak meningkat dari waktu ke waktu, pasokan tetap langka. Inflasi adalah hasil dari kelangkaan ekonomi yang sebenarnya.

7. Ekspor barang

Untuk ekonomi yang stabil, tuntutan internal dan eksternal harus ditangani. Dengan kata lain, jumlah yang dibutuhkan oleh ekonomi lain harus dipenuhi juga. Ketika ekspor dalam penawaran rendah, jumlah uang beredar dalam perekonomian menyusut. Inflasi adalah efek dari ini.

8. Serikat Pekerja 

Serikat pekerja terkadang menjadi sumber inflasi ekonomi. Tugas serikat pekerja adalah menuntut agar gaji karyawan dinaikkan. Jika ini tercapai, jumlah uang di tangan orang meningkat, tetapi biaya produksi juga naik. Kedua faktor ini berkontribusi terhadap pertumbuhan inflasi.

9. Penghematan pajak

Pengurangan pajak memiliki dua efek: pertama, meningkatkan jumlah uang di tangan rakyat; kedua, mereka menghasilkan lebih sedikit uang di tangan pemerintah.

Akibatnya produksi menurun. Kelebihan permintaan kelebihan pasokan terjadi ketika produksi turun dan jumlah uang di tangan orang meningkat. Akibatnya perekonomian mengalami inflasi.

10. Pajak tidak langsung

Badan usaha dikenai pajak tidak langsung yang dikenakan oleh pemerintah. PPN, cukai, dan pajak lainnya adalah contoh dari berbagai jenis pajak.

Biaya produksi naik sebagai akibat dari pajak tidak langsung ini. Pada penjualan mereka, produsen tidak menghasilkan cukup uang. Akibatnya, uang rakyat terkuras sehingga terjadi inflasi.

11. Kenaikan harga di pasar internasional

Banyak hal dalam perekonomian yang diproduksi dengan menggunakan komoditas yang diimpor dari negara lain. Jika harga barang naik di tempat lain, biaya impor juga naik. Ketika biaya impor naik, salah satu dari dua hal terjadi: barang tidak akan diimpor, atau akan ada kekurangan produk di dalam perekonomian.

Mungkin juga biaya produksi akan naik. Kedua faktor tersebut mengakibatkan kenaikan harga dan inflasi.

12. Penyebab yang tidak berhubungan dengan perekonomian

Inflasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor non-ekonomi. Misalnya, beberapa fenomena alam dapat menyebabkan kekurangan produk dalam perekonomian.

Banjir dan kebakaran bisa terjadi kapan saja dan menghancurkan tanaman untuk jangka waktu tertentu. Curah hujan dapat terganggu, sehingga tidak memungkinkan untuk memproduksi beberapa produk makanan. Semua ini adalah faktor non-ekonomi yang menyebabkan penurunan pasokan dan kenaikan harga, yang mengakibatkan inflasi.

Post a Comment for " Pengertian Inflasi dan 12 Faktor Penyebab Inflasi"