Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

13 Teknik Proyeksi Dalam Riset Pasar

13 Teknik Proyeksi Dalam Riset Pasar

13 Teknik Proyeksi Dalam Riset Pasar - Pada artikel kali ini, saya akan membahas berbagai macam teknik proyeksi yang dapat digunakan dalam riset Pasar. Namun, sebagai pembuka mari kita pahami terlebih dahulu apa itu teknik proyeksi?

Apa Itu Teknik Proyeksi?

Teknik proyeksi digunakan oleh peneliti untuk menemukan pandangan yang sebenarnya dari partisipan (responden) yang mungkin tidak muncul kepermukaan dan masih tetap tersembunyi.. Dalam penelitian (riset pasar) kualitatif, tujuan utama seorang peneliti adalah untuk mengetahui kedalaman tingkah laku, pendapat, dan sikap orang atau subjek yang diteliti.

Namun, seringkali, orang sendiri tidak menyadari, mengapa mereka berperilaku dengan cara tertentu dan tidak sadar apa alasan di balik perilaku bawah sadar mereka tersebut.

Teknik proyeksi bermanfaat untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Misalnya, peserta mungkin merasa kesulitan untuk mengungkapkan pandangannya tentang suatu merek, oleh karena itu, peserta dapat diminta untuk memilih produk yang akan mereka kaitkan dengan merek tersebut. 

Emosi responden sangat memainkan peran penting bahkan dalam bisnis. Terkadang orang membuat sebuah keputusan berdasarkan emosi dan keputusan yang mereka buat jauh dari pikiran yang rasional. Perilaku ini tidak hanya terbatas dan terjadi pada konsumen saja.

Bahkan dalam keputusan transaksi Bisnis-2-Bisnis (BSB) lebih didorong oleh emosi dan tidak rasional. Oleh karena itu, teknik proyeksi bersama dengan pertanyaan langsung digunakan dalam riset pemasaran untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang perilaku manusia.

Teknik proyeksi pada awalnya digunakan dalam psikologi klinis dan kemudian dalam perkembangannya, teknik proyeksi ini dimodifikasi untuk diperkenalkan dalam riset pemasaran untuk memahami preferensi dan pandangan orang dengan lebih baik. 

Salah satu tes psikologi yang populer adalah "Tes Noda Tinta Rorschach", di mana seorang peserta diperlihatkan gambar noda tinta, dan kemudian diminta untuk mendeskripsikan apa yang mereka lihat dan persepsi mereka dianalisis untuk memahami kepribadian dan keadaan pikiran mereka.

Banyak teknik Proyeksi yang sama seperti Tes Noda Tinta Rorschach, namun telah dimodifikasi untuk digunakan dalam riset pasar. Dalam artikel ini, Anda akan belajar tentang berbagai teknik proyeksi yang digunakan dalam riset pemasaran.

13 Teknik Proyeksi Dalam Riset Pasar
image credit:https://rorschach-inkblot-test.com/

1. Planet

Dalam jenis teknik proyeksi ini, peserta akan diminta untuk menutup mata dan mencoba membayangkan serta mengikuti perjalanan luar angkasa dengan dipandu oleh moderator. Mereka diminta membayangkan perjalanan mereka dari bumi ke "planet X" dan mereka ditanyai pertanyaan - pertanyaan sebagai berikut:

  • Seperti apa bentuknya? 
  • Bagaimana penampilan orang-orangnya? 
  • Seperti apa bangunannya? 
  • Suara apa yang kamu dengar? 
  • Apa yang kamu cium? 
  • Bagaimana perasaan Anda berada di sana? 
  • Dengan siapa kamu berbicara Apa yang kamu bicarakan? 
  • Bagaimana tanggapan mereka? 
  • Apakah Anda ingin tinggal di sana selamanya? 
  • Bagaimana perasaan Anda jika diminta meninggalkan planet ini?

Teknik proyeksi ini membutuhkan keterampilan mendikte yang kreatif di pihak moderator. Dengan bantuan "fantasi terpandu" ini, mereka dapat menguraikan lebih baik apa yang mereka rasakan tentang merek tertentu dan mereka juga dapat mengunjungi planet merek pesaing lain dan dapat membandingkan perasaan mereka tentang merek tersebut. 

Di akhir proses, moderator akan meminta mereka untuk menuliskan jawaban mereka di atas kertas. Dengan cara ini, mereka dapat memahami hubungan pelanggan mereka dengan merek.

2. Bawalah Item

Jenis teknik proyeksi ini digabungkan dengan wawancara "Kelompok Fokus" di mana setiap peserta diminta untuk membawa item yang mereka kaitkan dengan merek atau dengan cara tertentu mengingatkan mereka tentang merek dan sebelum wawancara dimulai, mereka diminta untuk membicarakan atau menjelaskan mengapa mereka memilih barang tersebut untuk dikaitkan dengan merek. Dengan cara ini, mereka diminta untuk menggunakan sisi kreatifnya.

Teknik ini cukup berhasil untuk memahami apa yang orang pikirkan tentang merek mereka dan juga mengungkapkan keterikatan emosional mereka dengan merek tersebut.

3. The Treeman

Ini adalah teknik proyeksi lain yang cukup menarik. Dalam teknik proyeksi ini, materi stimulus diperlihatkan kepada peserta untuk mengetahui emosi dan perasaannya. Dalam teknik ini, berbagai gambar atau gambar yang menampilkan berbagai makhluk atau berinteraksi atau hidup dalam lingkungan pohon dan melakukan berbagai aktivitas seperti berpelukan, memanjat, jatuh, tidur, gantung dan sebagainya. 

Peserta diminta untuk memilih salah satu dari karakter ini untuk mewakili bagaimana perasaan mereka di dalam. skenario yang sama.

Nantinya, seorang peserta akan diberikan pertanyaan tentang pilihannya dan bahkan mereka juga bisa diminta untuk menjelaskan mengapa mereka memilih karakter tersebut. Atas dasar penjelasan tersebut, moderator dapat menarik kesimpulan tentang apa yang dirasakan peserta tentang merek tersebut.

4. Psiko-Menggambar

Teknik proyeksi ini digunakan untuk memahami pandangan atau perasaan peserta tentang suatu merek dengan bantuan menggambar bentuk-bentuk abstrak di atas kertas kosong. Kadang-kadang mereka juga diberi gambar pria atau wanita yang sudah digambar di halaman dengan gelembung pikiran kosong dan diminta untuk mengisi gelembung itu dengan pandangan mereka sendiri tentang merek tersebut.

Teknik ini berguna untuk menarik informasi dari peserta yang pemalu atau enggan mengungkapkan perasaannya dalam bentuk verbal. Selain itu, mereka mempresentasikan pandangan mereka sebagai orang ketiga. Orang biasanya lebih merasa nyaman untuk mengungkapkan pandangan mereka sebagai orang ketiga.

5. Bermain Peran

Ini adalah teknik proyeksi yang menyenangkan dan efektif untuk mengetahui pandangan peserta. Teknik ini dapat dikolaborasikan dengan "Kelompok Fokus". Orang yang sifatnya pemalu atau memiliki kecemasan kinerja mungkin enggan untuk berpartisipasi dalam aktivitas ini.

Dalam teknik ini, peserta diminta untuk memainkan peran sebagai layanan pelanggan yang sangat baik atau layanan pelanggan yang sangat buruk. Sementara satu peserta akan memerankan pengalaman mereka dan peserta lainnya harus diminta untuk menanggapi atau bereaksi terhadap permainan peran.

Seorang moderator harus memperhatikan kata dan ekspresi yang digunakan oleh para peserta saat bermain peran untuk memahami tingkat kepuasan mereka terhadap layanan merek. Teknik ini akan membuat Anda mendapatkan pandangan orang yang cukup jujur.

6. Drama Ruang Sidang

Teknik proyeksi ini biasanya digunakan di akhir sesi "Kelompok Fokus". Dalam teknik ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok dan diminta untuk menggunakan diskusi sebelumnya beserta pendapatnya untuk membentuk "kasus" atau "kasus melawan" merek. 

Mereka diminta menggunakan berbagai konsep dan perbaikan layanan untuk mempertahankan atau menyerang merek. Situasi ini bisa dibuat lebih menarik dengan menambahkan berbagai liku-liku seperti meminta mereka mempertahankan yang tidak bisa dipertahankan.

7. Mesin Waktu

Teknik proyeksi ini digunakan untuk mengobarkan pemikiran masa depan dalam diri peserta "Kelompok Fokus". Misalnya, sekelompok peserta akan ditanyai berapa uang jajan yang biasa diperoleh anak-anak 20 tahun yang lalu dan berapa yang mereka dapatkan saat ini dan berapa yang akan mereka dapatkan di masa depan?

Dengan cara ini, peserta dirangsang untuk berpikir dan mengungkapkan bahwa bagaimana mereka memandang tren itu telah berubah. Demikian pula, pertanyaan dapat diajukan kepada peserta tentang subjek diskusi dan Anda bisa mendapatkan wawasan tentang harapan peserta dari merek di masa depan.

8. Personifikasi Merek atau Obituari Merek

Ini juga merupakan teknik proyeksi menyenangkan lainnya yang digunakan oleh moderator untuk mengekspresikan perasaan dan pandangan mereka tentang suatu merek dengan cara yang menyenangkan. 

Misalnya, Anda dapat memberi tahu mereka bahwa jika merek X menumbuhkan lengan dan kaki dan berubah menjadi manusia, akan seperti apa rupanya? Anda bisa meminta orang untuk memberikan jawaban mereka dengan nama selebritis atau juru bicara terkenal dan sebagainya.

Dengan cara ini kita bisa mengetahui tentang kepribadian merek di mata pelanggannya. Demikian pula, dengan menggunakan teknik obituari merek orang diminta untuk berasumsi jika merek telah mati dan mereka harus menulis obituari tentang merek berdasarkan hal-hal yang akan mereka ingat tentang merek tersebut, apakah mereka akan melewatkannya atau tidak? Siapa yang akan lebih merindukannya? Dengan menggunakan metode ini, Anda dapat mengetahui pandangan peserta tentang merek Anda.

9. Teknik Penarikan

Ini adalah teknik proyeksi unik di mana kami meminta peserta untuk membayangkan hidup mereka tanpa merek atau produk tertentu dan meminta mereka untuk menjelaskan bagaimana hal ini akan mempengaruhi kehidupan mereka? atau seberapa besar perbedaannya dalam hidup mereka?

Anda juga dapat selangkah lebih maju dan merekrut pelanggan setia atau pendukung merek produk Anda dan meminta mereka untuk dengan sengaja hidup selama beberapa hari tanpa produk tersebut dan meminta mereka untuk mengekspresikan pandangan mereka dengan merekam video atau dengan rekaman suara atau menulis buku harian. 

Dengan cara ini, Anda dapat memahami hubungan orang-orang dengan produk tersebut dan seberapa dalam produk tersebut telah merambah kehidupan pelanggan Anda? informasi ini dapat membantu Anda mendekati calon pelanggan dengan lebih baik dan Anda juga dapat bekerja untuk meningkatkan kualitas produk.

10. Papan Suasana Hati

Dalam teknik proyeksi ini, Anda akan meminta peserta untuk merancang papan suasana hati menggunakan produk seperti majalah, koran, pena warna, pena glitter, dan kain, dan sebagainya. Beri mereka durasi waktu tertentu di mana mereka harus merancang suasana hati mereka naik. 

Anda dapat memahami perasaan atau emosi mereka terhadap merek Anda dengan melihat elemen papan mood. Misalnya, Anda dapat bertanya kepada wanita elemen apa yang mereka butuhkan untuk "Dapur ideal"?

11. Tes Konstruksi

Teknik proyeksi jenis ini sangat umum digunakan untuk melakukan penelitian. Dalam teknik proyeksi ini, peserta diberikan gambar dan meminta mereka untuk berpikir dan menulis cerita tentangnya. Misalnya, diberikan gambar kartun kepada anak-anak dan mereka diminta mengisi dialog. 

Dengan menggunakan teknik ini, Anda dapat menginterpretasikan apa yang mereka harapkan dari produk tertentu. Anda bisa menggunakan teknik ini jika Anda ingin mengetahui kesukaan anak-anak terhadap rasa minuman energi.

12. Tes Asosiasi Kata

Dalam tes ini, seorang peserta diberikan sebuah kata dan diminta untuk mengucapkan pikiran pertama yang muncul di benaknya setelah mendengar kata tersebut. Gambar juga bisa digunakan sebagai pengganti kata. 

Tanggapan peserta direkam dan digunakan untuk mengetahui perasaan batin peserta. Waktu yang dibutuhkan dan pemikiran yang diberikan sebelum berbicara juga penting untuk diperhatikan bagi seorang peneliti. Misalnya, 20 dari 50 orang akan mengaitkan kata cantik dengan corak.

13. Tes Penyelesaian

Dalam teknik proyeksi ini, orang diberi cerita atau baris yang tidak lengkap dan diminta untuk mengakhirinya. Teknik ini banyak digunakan untuk memahami kesehatan mental seseorang, tetapi juga dapat digunakan secara efektif dalam penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan atau hubungannya dengan merek atau produk tertentu.

Itulah ulasan artikel terkait dengan  13 Teknik Proyeksi Dalam Riset Pasar. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda.

Post a Comment for " 13 Teknik Proyeksi Dalam Riset Pasar"