Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Marketing Plan Perusahaan

Contoh Marketing Plan Perusahaan

Menjadi seorang marketing harus bisa membuat contoh marketing plan perusahaan dengan baik. Tetapi, kendala yang dihadapi seorang marketer adalah sulitnya merancang sebuah marketing plan yang sempurna dalam jangka tahunan. 

Seorang marketer haruslah pandai memasukkan asumsi-asumsi mengenai prediksi pasaran dimasa akan datang.

Biasanya, marketing plan dibuat pada akhir taun. Karena menjelang awal tahun strategi pasaran akan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. 

Seorang marketer dalam membuat marketing plan haruslah bisa menganalisis kondisi lingkungan dan internal sebuah perusahaan karena seorang marketer dalam membuat marketing plan tidak hanya mengisis angka-angka yang tertera saja.

Tahap Membuat Marketing Plan

Ada beberapa tahap dalam membuat marketing plan, setiap perusahaan bisa membuat marketing plan yang berbeda-beda bahkan terbilang unik. 

Beberapa komponen dalam membuat marketing plan tidak boleh dilewatkan seperti memiliki analisis situasi, memiliki strategi marketing, memiliki sales forecast dan budget atau anggaran.

1. Memiliki analisis situasi

Membuat analisis situasi pada faktor-faktor yang berpengaruh pada kegiatan sebuah perusahaan memang penting sebelum marketer menentukan sasaran. Analisis situasi yang dimasukkan adalah analisis makro dan analisis mikro. 

Dalam membuat analisis makro, analisis yang dilakukan adalah analisis SLEPT yang termasuk singkatan dari Social, Legal, Economic, Political, dan Technological.

Sementara, analisis makro terdiri dari Company, Customer, dan Competitor. Dalam Company, analisis yang dilakukan adalah kapabilitas perusahaan, sedangkan market forecast, segmentasi juga informasi tentang perilaku pelanggana dan analisis kebutuhan pasar ada dalam analisis Costumer, dan dalam analisis Competitor kegiatan pesaing lah yang dianalisis.

2. Memiliki SWOT

Sebelum memiliki strategi marketing, SWOT yang termasuk kepanjangan dari Strengh, Weakness, Opportunity, dan Treat ini harus dimiliki dalam merencanakan marketing plan. 

Analisis SWOT dalam membuat marketing plan ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan "where are we now?" Di mana posisi kita? Di mana kita sekarang? 

Pertanyaan yang ada di benak seorang marketer adalah untuk mempersiapkan pasaran yang akan kita buat agar membuat sasaran lebih tepat lagi.

3. Membuat strategi marketing

Dalam membuat strategi marketing, objektif dan focus strategy harus ada yang meliputi dengan segmen fokus dan product positioning. Misalnya, contoh marketing plan perusahaan kosmetik kecantikan adalah untuk menjadi sebuah perusahaan kosmetik terkemuka di Indonesia.

Contoh di atas adalah sebuah tujuan kualitatif. Sebuah tujuan kuantitatif dalam membuat marketing plan perusahaan kosmetik misalnya harus memuat angka-angka seperti target penjualan yang ingin dicapai, pertumbuhan penjualan juga market share dan lain-lain. 

Strategi marketing seperti ini bisa disebut dengan STP atau Segmentation, Targeting dan Positioning. Biasanya, taktik pemasaran dalam strategi marketing ini adalah 4P atau Product, Price, Place, dan Promotion.

4. Menyusun sales forecast

Dalam menyusun sales forecast hal-hal yang harus diperhatikan adalah detail penjualan yang harus direncanakan bulan per bulan juga sebuah follow up dari perencanaan sebuah perusahaan. 

Sales forecast biasanya memuat sebuah pendapat per produk, per wilayah juga per channel. Pembuatan sales forecast juga harus ada penanggung jawab masing-masing dalam setiap pendapatan.

5. Menentukan budget atau anggaran

Untuk menentukan budget atau anggaran, semua detail biaya yang akan dikeluarkan bulan per bulan juga harus ada follow up perencanaan dalam perusahaan. 

Rencana menetukan budget ini adalah sebuah taktik pemasaran mengenai siapa penanggung jawab yang menentukan budget dan elemen kegiatan yang diharuskan dalam pengeluaran sebuah anggaran.

Salah satu kesulitan dalam membuat marketing plan ini adalah kurangnya informasi tentang perilaku pelanggan yang beragam. Karena biasanya, para marketer akan dihadapi dengan kenyataan lapangan untuk menghadapi para pelanggan. 

Kesulitan lainnya dalam membuat marketing plan adalah kurangnya informasi tentang siapa kompetitor. Kurangnya data yang harus diperoleh dari perusahaan tentang produk-produk yang akan dipasarkan.

Biasanya, jika data-data yang harus dibuat dalam membuat marketing plan kurang, para marketer akan membuat marketing plan hanya dengan feeling. Maka dari itu, untuk membuat marketing plan yang baik, kita seharusnya sebagai marketer harus mempunyai informasi yang jelas agar semua data bisa dipertanggungjawabkan nantinya.

Aspek Positif dalam Membuat Marketing Plan

1. Mengidentifikasi produk dengan tepat

Seorang marketer yang baik harus bisa mengidentifikasikan produk dengan tepat. Cara ini adalah dasar untuk membuat pemasaran dengan sasaran konsumen yang tepat pula.

2. Penjabaran produk dengan rinci

Penjabaran sebuah produk dengan sasaran konsumen yang tepat yang dibuat dengan rinci bisa menjadi sebuah panduan bagus untuk rencana anggaran produksi jika produk nantinya akan diproduksi.

3. Memperkirakan pengeluaran rutin

Pembuatan contoh marketing plan perusahaan bisa menunjukkan perkiraan pengeluaran yang rutin, pengeluaran yang tidak tentu juga perkiraan waktu untuk balik modal dalam mendapatkan sebuah keuntungan dalam penjualan produk. Membuat marketing plan juga bisa memperinci aspek keuangan.

4. Panduan untuk menentukan area produksi

Pembuatan marketing plan bisa membuat si pemilik modal untuk menentukan sebuah area pemasaran atau produksi dan bisa juga menjadi sebuah perluasan pangsa pasar jika nanti produknya berhasil untuk direalisasikan.

Aspek Negatif dalam Membuat Marketing Plan

Dalam membuat marketing plan, ternyata ada beberapa aspek negatif yang dihasilkan. Berikut ini beberapa aspek negatif membuat marketing plan:

1. Mengidentifikasi produk sendiri

Mengidentifikasi kelemahan produk sendiri adalah sebuah konsekuensi yang realistis yang harus dihadapi marketer dalam membuat marketing plan. 

Mengidentifikasi kelemahan produk sendiri itu dijadikan pertimbangan serius oleh seorang calon investor atau rekan walaupun pada kenyataannya belum tentu rencana produksi dan pemasaran akan gagal di tengah jalan.

2. Melakukan kesalahan dalam pemasaran

Biasanya, marketing plan dibuat berdasarkan perkiraan juga perhitungan sebelum produk diproduksi dan memasuki pasaran. 

Tetapi oleh karena itu, marketer kadang bisa saja membuat kesalahan dalam strategi pemasaran karena kekeliruan dalam perhitungan strategi pemasarannya tersebut.

3. Membuat marketing yang kurang realistis

Jika seseorang adalah orang baru dalam dunia marketing, biasanya resiko marketer baru adalah membuat marketing plan yang kurang realistis atau juga bisa terlalu ideal. Oleh karena itu, realisasi pemasaran produk akan jauh dari rencana awal.

Agar sebuah marketing plan bisa terealisasi dengan baik, hendaknya seorang marketer harus mempertimbangan matang-matang konsep yang akan dibuat. 

Mempertimbangkan marketing plan yang akan dibuat, yaitu untuk merealisasikan, membuat investor atau rekan mudah percaya dan tidak membuat sebuah perusahaan meminta para marketer membuat marketing plan di luar kemampuan.

Contoh marketing plan perusahaan adalah sebuah rencana bisnis yang tertulis dalam memasarkan sebuah produk baik itu lama ataupun baru. 

Tujuan membuat marketing plan ini adalah untuk mempermudah dalam menerapkan strategi pemasaran. Karena setiap tahun kompetisi dan keadaan pasar sangat dinamis dari tahun ke tahun, jadi setiap pembuatan marketing plan harus disesuaikan berdasarkan keadaan.

Pembuatan marketing plan juga diharapkan menjadi sebuah kerahasiaan dalam sebuah perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar informasi mengenai strategi dan pasar tidak diketahui oleh pesaing atau kompetitor lainnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai contoh marketing plan perusahaan. Semoga bermanfaat.

Post a Comment for " Contoh Marketing Plan Perusahaan"