Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tiga Bansos Di Salurkan Serentak Di Seluruh Indonesia Awal 2021

Tiga Bansos Di Salurkan Serentak Di Seluruh Indonesia Awal 2021
sumber:https://kemensos.go.id/

Menteri Sosial Republik Indonesia yang baru di lantik beberapa waktu yang lalu, yakni Ibu Tri Rismaharini membenarkan, bahwa pada minggu - minggu awal tahun 2021, Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) akan dapat menikmati bantuan sosial (bansos) langsung tunai sebesar Tiga ratus ribu rupiah. Menurut Ibu Rima, hal tersebut adalah sesuai dengan arahan dan perintah dari bapak Presiden Joko Widodo. 

Pada tahun 2021 ini, Kemensos hendak melanjutkan 3 macam program bansos yang merupakan kelanjutan dari program bantuan di tahun sebelumnya, yakni Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT), Program Keluarga Harapan ( PKH), serta Bansos Tunai (BST).

Untuk mendukung keperluan tersebut, Risma telah menginstruksikan segenap jajarannya di Kemensos untuk bekerja non stop. Perihal bantuan tersebut, Risma juga membenarkan bahwasannya ketiga bansos itu akan di salurkan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

"Kita tidak libur, dan ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, bahwa pada minggu awal bulan Januari bantuan ini harus dapat diberikan  dan di salurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM)," kata Risma usai mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Negara beberapa waktu yang lalu. Rapat terbatas yang di pimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo serta dihadiri oleh Menko Pembangunan Manusia serta Kebudayaan  (PMK) Muhadjir Effendy, itu juga membicarakan rencana penerapan bansos di tahun 2021.

Dalam rapat terbatas itu, Risma melaporkan, bahwa saat ini tengah berlangsung koordinasi intensif untuk melakukan finalisasi informasi terkait dengan KPM dan hubungannya dengan wilayah. Kemensos ljuga mendesak agar daerah segera melaporkan data - data yang di butuhkan segera.

Melansir arahan dari bapak Presiden, Risma melaporkan, terdapat kebutuhaan yang sangat mendesak untuk segera mencairkan bansos kepada KPM di wilayah. Perihal ini sebab dana bansos tersebut akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perputaran roda perekonomian di seluruh wilayah Indonesia.

"Misalkan bansos sembako tersebut rata- rata 1 bulannya senilai Rp 3,76 triliun. Jika dipecah ke 514 kabupaten/ kota, maka kurang lebih terdapat sekitar Rp 60 miliaran uang yang beredar di setiap wilayah tersebut. Ini di gunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan kebutuhan pokok. Jadi intinya adalah menolong perekonomian di setiap wilayah agar daya beli tidak turun," katanya.

Disisi lain, Risma menargetkan, bahwa bansos harus diterima KPM mulai 4 Januari 2021. "Kemensos akan bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia untuk menyalurkannya pada 4 Januari 2021. Kita berharap satu minggu dapat kelar di seluruh  Indonesia,” katanya.

Akan tetapi kawasan kawasan pulau terluar, terpencil, serta tertinggal (3T) seperti di sebagian Papua, bisa jadi mekanismenya akan berbeda. Tahun 2021, Kemensos akan melanjutkan 3 program bansos, ialah Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Bansos Tunai (BST).

Untuk program Kartu Sembako/ BPNT di targetkan akan menjangkau sekitar 18, 8 juta KPM dengan nilai sebesar Rp200 ribu/ bulan/ KPM, dan disalurkan mulai bulan Januari- Desember 2021. Bansos Tunai (BST) tahun 2021 di targetkan akan menjangkau sekitar 10 juta KPM di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Jabodetabek. Penyalurnya sendiri adalah PT. Pos dengan nominal bantuan sebesar Rp 300 ribu/ KPM selama 4 bulan mulai bulan Januari, Februari, Maret, dan April 2021.

Selanjutnya adalah bansos PKH tahun 2021 yang di targetkan akan menjangkau sekitar 10 juta penerima manfaat serta penyalurnya adalah Bank Himbara. Penerima manfaat wajib memenuhi komponen di antaranya Ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, serta lanjut usia (Lansia)" Ini akan diberikan setiap 3 bulan sekali dan di mulai awal Januari, sesi kedua April, sesi ketiga Juli serta sesi ke 4 Oktober 2021.

Sehubungan dengan persiapan penyaluran sejumlah bansos tersebut, pemerintah telah membagikan atensi (perhatian khusus) terhadap penggunaannya. Ibu Risma mewanti- wanti supaya bantuan tersebut tidak buat dibelikan r*kok. Pemerintah mempersiapkan perlengkapan yang dapat memantau pembelanjaan uang bantuan tersebut.

Per tanggal 28 Desember 2020, dari anggaran sebesar Rp 134, 119 triliun,  realisasi anggaran Kemensos mencapai Rp 131,054 (97,71%). Realisasi dan pencapaian tersebut mencerminkan tingkatan realisasi anggaran yang sangat besar di tiap pos belanja.

Tercatat realisasi anggaran pos pegawai sebesar 88, 17%, pos belanja benda sebesar 95, 82%, belanja modal sebesar 94, 08%, serta belanja bansos sebesar 97, 71%.

Tidak hanya itu saja, bantuan yang besar serta signifikan juga nampak dari tingginya realisasi anggaran dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari anggaran PEN di Kemensos sebesar Rp 127,208 triliun, realisasinya mencapai angka 98, 54% per 28 Desember 2020.

Penyaluran bansos terkait dengan penanganan akibat Pandemi COVID-19 dalam PEN menunjukkan realisasi yang menggembirakan serta signifikan. Sebanyak 3 program bansos telah di salurkan yakni sebanyak 100%, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran Rp 36,7 triliun, Bansos Beras (BSB) dengan anggaran Rp 4,5 triliun serta Bansos Tunai buat KPM BPNT non PKH dengan anggaran Rp 4, 5 triliun.

Selain itu, ada pula 3 bansos yang lain yang menunjukkan realisasi mencapai di atas 97%, per 28 Desember 2020, yakni Bansos Sembako Jabodetabek dengan anggaran Rp 6,4 triliun dengan realisasi sebesar 98, 49%, Bansos Tunai (BST) dengan anggaran Rp 32,4 triliun realisasi sebesar 97, 55%, serta Kartu Sembako/ BPNT dengan aggaran Rp 42,5 triliun realisasi sebesar 97,59%.

Itulah informasi terkait dengan Tiga Bansos Di Salurkan Serentak Di Seluruh Indonesia Awal 2021, semoga bermanfaat untuk Anda.

sumber : https://kemensos.go.id/

Post a Comment for "Tiga Bansos Di Salurkan Serentak Di Seluruh Indonesia Awal 2021"